Selasa, 09 Desember 2014

Pulau Pari






Pulau Pari yang pada awalnya tidak berpenghuni ini, kini menjadi salah satu primadona wisata di Kepulauan Seribu dengan pantai indahnya Pasir Perawan. Pulau Pari juga menjadi sentra budidaya rumput laut yang menopang kehidupan warga, serta terdapat tempat penelitian biota laut yang disebut LIPI.

Travel Pulau Pari

Ragam kegiatan bisa dilakukan di Pulau Pari, seperti menikmati hangatnya sunrise untuk memulai hari Anda, lalu lanjut bersnorkeling melihat indahnya gugusan karang bawah laut. Setelah beristirahat sejenak, Anda bisa bersantai dengan sepeda menuju Pantai Pasir Perawan yang hanya berjarak 5 menit dari penginapan, bermain voli atau sekedar menikmati kesegaran es kelapa muda di sebuah kafe sederhana, dan semburat cahaya kemerahan langit saat sunset di Pantai Pasir Perawan akan menjadi saat tak terlupakan dalam liburan Anda.
Untuk membuat hari Anda menjadi sempurna, di malam hari kami mengadakan BBQparty dengan ragam menu ikan, cumi, atau ayam yang menggugah selera.

Curug Cikaso, Sukabumi







Curug Cikaso sebenarnya bernama Curug Luhur, mengalir dari anak sungai Cikaso yang bernama Cicurug. Tapi oleh kebanyakan orang, curug ini lebih dikenal dengan nama Curug Cikaso.  Curug Cikaso terbentuk dari tiga titik air terjun yang berdampingan dalam satu lokasi dengan di bagian bawahnya terdapat kolam dengan warna
airnya hijau kebiru-biruan.  Kedua titik air terjun dapat terlihat dengan jelas sedangkan yang satu agak tersembunyi dengan tebing yang menghadap ke timur.  Masing-masing air terjun mempunyai nama masing. Yang kiri bernama Curug Asepan, tengah bernama Curug Meong dan kanan bernama Curug Aki.
  Ketiga curug ini memiliki ketinggian sekitar 80 meter dengan lebar tebingnya sekitar 100 m.

Berkunjung ke Curug Cikaso sebaiknya dilakukan pada pagi hari karena bias sinar matahari yang baru terbit akan tercipta dengan jelas dari butir-butir halus cipratan air terjun.  Sebaiknya menggunakan jasa pemandu yang tersedia agar tidak tersesat karena untuk menuju lokasi curug ini tidak ada petunjuk jalan.  Biaya jasa pemandu berkisar Rp 50000 - 70000.

Di kawasan ini juga terdapat curug yang lain yaitu Curug Calem, Curug Cikatomas dan Curug Cigangsa yang berjarak tempuh ± 30 menit atau sekitar 10 km.



Lokasi

Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat.

Peta dan Koordinat GPS: 7° 21' 40.13" S  106° 37' 3.88" E

Aksesbilitas

Berjarak tempuh sekitar 8 kilometer dari Surade, 15 kilometer dari Jampang Kulon, 30 kilometer dari Ujunggenteng, dan sekitar 110 kilometer dari Kota Sukabumi. Atau +/- 70 km dari Palabuhanratu. Umumnya perjalanan menuju Curug Cikaso diawali dari kota kecil Surade yang memakan waktu tempuh sekitar setengah jam (berjarak tempuh sekitar 8 km) dengan kendaraan roda dua atau empat hingga tiba di pertigaan Jalan Cikaso dengan kondisi jalan yang berliku dan beraspal baik, namun di akhir perjalanan akan ditemui kondisi jalan mulai berbatu. 

Bagi yang menggunakan kendaraan umum dapat naik angkot dari kota Surade dengan rute Surade - Cikaso.  Tarif angkot ini Rp 6000 per orang.  Turun di Jalan Raya Cikaso, di simpang tiga menuju curug.

Dari Simpang tiga (sebagai jalan masuk dan juga tempat parkit bagi yang membawa kendaraan) ini perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki sekitar 2 km menuju lokasi melewati pematang sawah dan ladang penduduk.  Atau juga bisa menumpang truk pasir yang biasa lewat menuju curug ini.  Selain itu dapat juga menggunakan sampan dengan menyusuri sungai Cikaso.  Sampan ini banyak tersedia di sekitar Jembatan Cikaso.  Waktu tempuh sekitar 15 menit dari warung dekat pertigaan atau persimpangan jalan menuju Curug Cikaso dan Curug Cigangsa.  Harga sewa sampan sekitar Rp. 70.000/sampan (untuk 12 penumpang).  Setelah sampai di dekat tepian daratan menuju curug, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak sejauh 100 m hingga tiba di lokasi curug.

Tiket dan parkir

Tiket masuk adalah Rp 2000 per orang.

Fasilitas dan Akomodasi

Fasilitas yang tersedia antara lain terdapat beberapa warung makan dan kios yang menjual suvenir.  Juga terdapat dua buah toilet.  Sayangnya tempat sampah tidak ada sehingga banyak sampah berserakan dimana-mana. Selain sampah yang dihasilkan oleh warung dan pengunjung juga sampah ini berasal dari limpahan dari hulu sungai air curug yang terbawa saat hujan besar dan banjir.

Wisata Lain

Beberapa objek wisata yang ditemui sekitar curg cikaso antar lain Jeram Seungkeu, Goa Aul dan muara serta pantai Cikaso

Selasa, 18 November 2014

Pantai Sawarna

Pantai Sawarna yang menghadap ke samudera hindia terletak di Desa Sawarna Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten, Bayah sendiri terkenal karena tambang batubaranya. Di halaman-halaman rumah di sini biasanya banyak tumpukan benda yang berwarna hitam tersebut untuk di jual. Konon ketika jaman penjajahan Jepang dibangun jalur kereta api ke bayah untuk mengangkut hasil bumi tersebut. Ongkos pembangunan jalur rel yang amat sangat mahal karena mengorbankan banyak nyawa pekerja romusha.



Jam 11.30 siang masih di hari yg sama selasa 27 Desember 2013 melanjutkan perjalanan dari Pelabuhanratu, kondisi jalan sudah mulai menurun karena titik tertingi sudah mulai terlewati dan terlihatlah dengan jelas keindahan teluk Bayah di ketinggian, yang berada di sebelah kanan jalan yg benar2 keren. Ternyata dengan berbekal GPS dan Googleearth perjalanan menjadi lebih mudah, kami dengan cepat dapat mengenal kondisi lokasi daerah sekitar walaupun sama sekali belum pernah kesana. Kami tidak perlu bertanya2 pertigaan Sawarna-Bayah dimana, tinggal tunggu suara anak kecil yang akan bilang “300m Belok kiri”. Dan yang paling membantu adalah perkiraan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke spot yg dituju selain informasi letak pom bensin , hotel dan tempat makan yang cukup akurat

Minggu, 16 November 2014

new blogger

new blog !!! selamat melihat